Selasa, 14 Juni 2011

Sistem Pernafasan

ANATOMI PERNAFASAN

I. PENGERTIAN
Pernafasan ( respirasi ) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung ( oksigen ) ke dalam tubuh serta menghembuskan udara yang banyak mengandung karbondioksida sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh.

II. PROSES PERNAFASAN
Didalam proses pernafasan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
1. Inspirasi ( menarik nafas )
2. Ekspirasi ( menghembuskan nafas )

Dalam paru-paru terjadi pertukaran zat antara dan oksigen ditarik dari udara yang masuk ke dalam darah dan kiarbondiksida akan di keluarkan dari darah secara osmose. Kemudian karbondioksida akan dikeluarkan melalui traktus respiratorius ( jalan pernafasan ) dan masuk kedalam tubuh melalui kapiler-kapiler vena pulmonalis kemudian masuk ke serambi kiri jantung ( atrium ssinistra )  ke aorta  ke seluruh tubuh ( jaringan-jaringan dan sel-sel ) disini terjadi oksidasi ( pembakaran ) sebagai ampas ( sisanya ) dari pembakaran adalah karbondioksida dan zat ini dikeluarkan melalui peredaran darah vena masuk ke jantung (serambi kanan )  ke bilik kanan dan dari sini keluar melalui arteri pulmonalis ke jaringan-jaringan paru-paru, dan akhirnya dikeluarkan menembus lapisan epitel dari alveoli.

III. FUNGSI PERNAFASAN
1. Mengambil oksigen yang kemudian dibawa oleh darah ke seluruh tubuh ( sel-selnya ) untuk mengadakan pembakaran
2. Mengeluarkan karbondioksida yang terjadi sebagai sisa dari pembakaran, kemudian di bawa oleh darah ke paru-paru untuk dibuang ( karena tidak berguna lagi oleh tubuh )
3. Menghangatkan dan melembabkan udara

Setelah udara dari luar diproses, didalam hidung masih memerlukan penalaran panjang menuju paru-paru ( sampai alveoli ). Pada laring terdapat epiglotis yang berguna untuk menutup laring sewaktu menelan, sehingga makanan tidak masuk ke trakea, sedangkan waktu bernafas epiglottis terbuka, dan begitu seterusnya.

IV. ORGAN-ORGAN PERNAFASAN
1. Hidung ( Nasal )
Nares anterior adalah saluran-saluran di dalam rongga hidung. Saluran-saluran itu bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum. Rongga hidung dilapisi sebagai selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah, dan bersambung dengan lapisan farinx dan dengan selaput lendir sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung. Septum nasi memisahkan kedua cavum nasi. Struktur ini tipis terdiri dari tulang dan tulang rawan, sering membengkok kesatu sisi atau sisi yang lain, dan dilapisi oleh kedua sisinya dengan membran mukosa. Dinding lateral cavum nasi dibentuk oleh sebagian maxilla, palatinus, dan os. Sphenoidale.
Tulang lengkung yang halus dan melekat pada dinding lateral dan menonjol ke cavum nasi adalah : conchae superior, media, dan inferior. Tulang-tulang ini dilapisi oleh membrane mukosa.
Dasar cavum nasi dibentuk oleh os frontale dan os palatinus sedangkan atap cavum nasi adalah celah sempit yang dibentuk oleh os frontale dan os sphenoidale. Membrana mukosa olfaktorius, pada bagian atap dan bagian cavum nasi yang berdekatan, mengandung sel saraf khusus yang mendeteksi bau. Dari sel-sel ini serat saraf melewati lamina cribriformis os frontale dan kedalam bulbus olfaktorius nervus cranialis I olfaktorius.
Sinus paranasalis adalah ruang dalam tengkorak yang berhubungan melalui lubang kedalam cavum nasi, sinus ini dilapisi oleh membran mukosa yang bersambungan dengan cavum nasi. Lubang yang membuka kedalam cavum nasi sebagai berikut :
1. Lubang hidung
2. Sinus Sphenoidalis, diatas concha superior
3. Sinus ethmoidalis, oleh beberapa lubang diantara concha superior dan media dan diantara concha media dan inferior
4. Sinus frontalis, diantara concha media dan superior
5. Ductus nasolacrimalis, dibawah concha inferior.
Pada bagian belakang, cavum nasi membuka kedalam nasofaring melalui appertura nasalis posterior.

Fungsi hidung :
• Sebagai saluran pernafasan
• Sebagai penyaring udara pernafasan
• Dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa
• Membunuh kuman-kuman yang masuk

2. Faring ( Tekak )
Merupakan tempat persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan. Terdapat di bawah dasar tengkorak, di belakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher.
Rongga tekak di bagi dalam 3 bagian :
• Bagian sebelah atas yang sama tingginya dengan koana yang disebut nasofaring
• Bagian tenggah yang sama tinginya dengan istmus fausium disebut orofaring
• Bagian bawah sekali dinamakan laringofaring

3. Pangkal tenggorok ( Laring )
Merupakan saluran udara dan bertindak sebagai pembentukan suara terletak di depan bagian faring sampai ketinggian vertebra servikslis dan masuk ke dalam trakea di bawahnya.
Laring terdiri dari 5 tulang rawan antara lain.
• Kartilago Tiroid
• 2 Kartilago Ariteanoid
• Kartilago Krikoid
• Kartilago Epiglotis


4. Batang tenggorok ( trakea )
Merupakan lanjutan dari laring yang di bentuk oleh 16 s/d 20 cincin yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berbentuk kuku kuda ( huruf C ). Sebelah dalam diliputi oleh selaput lender yang berbulu getar yang disebut sel bersilia yang hanya bergerak keluar.

5. Cabang tenggorok ( bronkus )
Merupakan lanjutan dari 2 buah belahan trakea, yang mempunyai struktur serupa dengan trakea dan dilapis oleh jenis sel yang sama. Bronkus-bronkus itu berjalan ke bawah dan ke samping ke arah tampuk paru-paru.



6. Paru-paru
Merupakan bagian tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung-gelembung ( gelembung hawa = alveoli ). Gelembung-gelembung alveoli ini terdiri dari sel epiel dan endotel.
Paru-paru di bagi 2 yaitu :
• Paru-paru kanan terdiri dari Lobus pulmo dekstra superior, Lobus medial dan Inferrior. Tiap lobus tersususun oleh lobulus.
• Paru-paru kiri terdiri dari pulmo sinester lobus superior dan lobus inferior.

Letak paru-paru
Paru-paru dibungkus oleh selaput yang bernama pleura. Pleura dibagi menjadi 2, yaitu :
• Pleura viseral ( selaput dada pembungkus ) yaitu selaput paru yang langsung membungkus paru-paru.
• Pleura parietal yaitu selaput yang melapisi rongga dada sebelah luar.


V. MACAM-MACAM CARA PERNAFASAN
1. Pernafasan dada
Pada waktu seseorang bernafas rangka dada terbesar bergerak.
2. Pernafasan perut
Pada waktu bernafas diafragma turun naik.






FISIOLOGI PERNAFASAN

I. PERNAFASAN PARU-PARU
Pernafasan paru merupakan pertukaran oksigen dan karbondioksida yang terjadi pada paru-paru. Pernafasan melalui paru-paru atau pernafasan eksterna, oksigen diambil melalui mulut dan hidung pada waktu bernafas, oksigen masuk melalui trakea sampai ke alveoli berhubungan dengan darah dalam kapiler pulmonar. Alveoli memisahkan oksigen dari darah, oksigen menembus membran, diambil oleh sel darah merah dibawa ke jantung dan dari jantung dipompakan ke seluruh tubuh.
Di dalam paru-paru karbondioksida merupakan hasil buangan yang menembus membran alveoli. Dari kapiler darah dikeluarkan melalui pipa bronkus berakhir sampai pada mulut dan hidung. 4 proses yang berhubungan dengan pernafasan pulmonar :
1. Ventilasi pulmonar, gerakan pernafasan yang menukar udara dalam alveoli dengan udara luar.
2. Arus darah melalui paru-paru, darah mengandung oksigen masuk ke seluruh tubuh, karbondioksida dari seluruh tubuh masuk ke paru-paru.
3. Distribusi arus udara dan arus darah sedemikian rupa dengan jumlah yang tepat yang bisa dicapai untuk semua bagian.
4. Difusi gas yang menembus membrane alveoli dan kapiler karbondioksida lebih mudah berdifusi daripada oksigen.

Tekanan dalam sistem paru
a. Tekanan nadi di ventrikel kanan
b. Tekanan di arteri paru
c. Tekanan kapiler paru
d. Tekanan atrium kiri dan vena paru

Volume darah di paru-paru
Volume darah di paru-paru kira-kira 450 ml, sekitar 9% dari volume darah total sistem sirkulasi ( 70 ml ) berada pada kapiler, sedangkan sisanya dibagi sama rata antara arteri dan vena.

II. PERNAFASAN JARINGAN
Dalam darah merah banyak mengandung oksigen dari seluruh tubuh masuk ke dalam jaringan dan akhirnya mencapai kapiler, darah mengeluarkan oksigen ke dalam jaringan, mengambil karbondioksida untuk dibawa ke paru-paru dan di paru-paru terjadi pernafasan eksterna.

III. DAYA MUAT PARU-PARU
Besar dari daya muat udara dalam paru-paru adalah 4500 ml – 5000 ml (4,5-5 lt). Udara yang diproses dalam paru-paru (inspirasi dan ekspirasi) hanya 10% dan disebut dengan udara pasang surut ( tidal air ) yaitu yang dihirup dan yang dihembuskan pada pernafasan biasa.

IV. PENGENDALIAN PERNAFASAN
Mekanisme pernafasan diatur dan dikendalikan oleh 2 faktor utama, yaitu :
1. Pengendalian oleh syaraf
Pusat otomatik dalam medula oblongata mengalirkan impuls eferen ke otot pernafasan, melalui radiks saraf servikalis diantarkan ke diafragma oleh syaraf frenikus.
2. Pengendalian secara kimia
Meliputi frekuensi kecepatan dan dalamnya gerakan pernafasan.

V. KECEPATAN PERNAFASAN
Pada wanita lebih tnggi dari pada pria, pernafasan secara normal maka ekspirasi akan menyusul inspirasi dan kemudian istirahat, pada bayi ada kalanya terbalik, inspirasi-istirahat-ekspirasi, disebut pernafasan terbalik.

VI. KEBUTUHAN TUBUH TERHADAP OKSIGEN
Oksigen dalam tubuh dapat diatur menurut keperluan. Manusia sangat membutuhkan oksigen dalam hidupnya, jika tidak mendapatkan oksigen selam 4 menit maka mengakibatkan kerusakan pada otak yang tak dapat diperbaiki dan bisa menimbulkan kematian. Jika penyediaan oksigen berkurang akan menimbulkan pikiran kacau dan anoksia serebralis. Bila oksigen tdak mencukupi maka warna darah merahnya hilang dan berganti kebiru-biruan.

VII. DINAMIKA PERNAFASAN
Tekanan udara melalui saluran pernafasan menekan paru-paru kearah dinding toraks. Tekanan dalam ruang pleura mencegah paru-paru menyusut dari dinding toraks dan memaksa paru-paru untuk mengikuti pergerakan pernafasan dinding toraks dan diafragma. Tekanan ini meningkat pada waktu inspirasi dan gerakan pernafasan ini dihasilkan oleh otot pernafasan ( gelang bahu ).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar